Halaman

Rabu, 19 Oktober 2011

Bapak


Bapak,
Maaf aku tidak bisa melihat wajahmu untuk yang terakhir kalinya. Wajah yang selalu penuh senyum dengan guratan-guratan ketabahan dan kesabaran yang terpatri. Dihiasi kumis yang selalu melintang serta garis sisa-sisa ketampanan. Wajah yang tidak pernah marah, namun menghasilkan mata yang selalu menatap tajam penuh dengan kekecewaan jika melihat aku yang selalu tidak menurut perintahmu atau lalai menjalankan tugas.
Wajah yang dulu senantiasa melihat aku tumbuh hingga dewasa. Wajah yang belum pernah aku lihat ada air mata yang membasahinya, meskipun beberapa tahun lalu ditinggal Ibu berpulang. Hanya gerimis kecil terlihat dimatamu, begitu tegar ketika dilanda kehilangan besar atau mungkin juga begitu ikhlas ketika semua memang harus terjadi, sang pasangan jiwa pergi untuk selama-lamanya.

Bapak,
Maaf aku tidak bisa memelukmu untuk yang terakhir kalinya. Padahal dulu tanganmu selalu memeluk, mendekap dan menuntun hingga aku mampu berjalan. Tangan kekar yang dulu sering menyuapi makanan pada anakmu ini yang masih balita, sambil membawanya jalan-jalan di pinggir rel kereta api di sekitar lingkungan rumahmu yang berdinding bambu. Tangan yang kadang mengajak menari sambil berdendang bersama. Tangan yang sudah begitu sering merasakan kerasnya hidup dan selalu menadah kala berdoa di sela-sela ibadah.

Kamis, 13 Oktober 2011

10 Sinetron TVRI Yang Paling Mengesankan

Sinetron (sinema elektronik) adalah istilah yang mulai diperkenalkan pada era TVRI sekitar akhir tahun 80-an sebagai pengganti istilah untuk serial televisi atau film yang dibuat untuk tayangan televisi, karena bahan baku yang digunakan adalah non pita film. Kala itu TVRI sukses dengan program unggulannya berupa “Sepekan Sinetron“ yang ditayangkan pada momen-momen tertentu semisal ulang tahun TVRI atau perayaan Tahun Baru. TVRI juga banyak menghasilkan sinetron-sinetron seri yang bermutu dan banyak digemari masyarakat, yang kala itu masih disebut “ Serial “.

Sekedar bernostalgia, berikut ini ada 10 sinetron dan serial TVRI yang paling mengesankan :

10. Keluarga Marlia Hardi

Serial ini menggambarkan sebuah keluarga yang harmonis, terdiri dari ayah (Awaludin) dan ibu (Marlia Hardi) dengan anak-anak Didu, Kiki dan Ruri dibantu seorang pembantu bi Supi. Setiap konflik yang muncul selalu dibicarakan dan dipecahkan bersama. Ruang tamu dan meja makan sering dijadikan tempat untuk dialog keluarga. Peran Bu Mar sangat mengesankan sebagai ibu yang penyabar, lembut, bijaksana, telaten memberi nasihat, dan selalu menganjurkan untuk tidak berputus asa.

Sabtu, 08 Oktober 2011

Narsis ala Tom Cruise

Narsisisme berarti  perasaaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Sifat narsisisme ada dalam setiap manusia sejak lahir. Bahkan sifat ini juga menghinggapi sang mega bintang Tom Cruise. Aktor yang ngetop lewat film Top Gun (1986) dan mengawali karirnya dalam film Endless Love (1981). Jika diperhatikan dari poster-poster film dimana ia menjadi pemeran utamanya, kebanyakan memasang wajahnya dengan close up atau setidaknya setengah badan sendirian. Dan namanyapun ditulis besar-besar. Kelihatannya ia ingin lebih menonjolkan diri dari pemain yang lain. Mungkin ia sadar punya nilai jual yang tinggi dan tampaknya para produser cenderung mengikuti keinginannya. Bahkan film Mission Impossible yang di serial TV nya terdiri dari beberapa tokoh utama, ditangannya menjadi seperti one man show sehingga di poster filnya pun hanya menampilkan wajah Tom Cruise. Tapi hal tersebut tidak terjadi jika ia berpasangan dengan Nicole Kidman (yang pernah menjadi istrinya) dalam film Far and Away (1992) dan Eyes Wide Shut (1999) atau jika ia bermain bersama para seniornya seperti bersama Paul Newman dalam The Color of Money (1986), Dustin Hoffman dalam Rain Man (1988), Jack Nicholson dalam A Few Good Men (1992), Robert Redford dalam Lions For Lambs (2007). Dia rela berbagi tempat bersama mereka dalam poster film.

Berikut ini beberapa poster film yang dibintangi Tom Cruise dan memajang wajahnya.

 
Referensi : Cinemags No. 66