Halaman

Minggu, 25 Desember 2011

Menikah - Duet - Berpisah


Beberapa pasangan penyanyi berikut memutuskan untuk bercerai setelah membina rumah tangga sekian lama. Mungkin sebenarnya hal itu tidak mereka inginkan namun dengan alasan yang klise seperti tidak adanya kecocokan lagi, merekapun akhirnya memutuskan untuk berpisah. Dan ketika masih menjadi pasangan suami istri mereka pernah berkolaborasi untuk menghasilkan karya dibidang musik dengan menelurkan beberapa album duet. Kebanyakan album mereka cukup meledak di pasaran, bahkan berhasil memperoleh beberapa penghargaan di bidang musik. Meski kini mereka sudah tidak bersatu lagi namun karya-karya album duet mereka tetap abadi dan setidaknya pernah singgah di hati para penikmat musik di tanah air. Mereka yang disebutkan di atas antara lain :

1.        Anang dan Krisdayanti
Pasangan ini cukup fenomenal kala itu. Dua penyanyi solo yang sedang beranjak meniti karir akhirnya memutuskan untuk menikah di tahun 1996. Duet mereka diawali dengan kisah cinta yang sangat romantis. Album duet perdana Anang dan Krisdayanti, berjudul Cinta (1996), dibuat Anang sebagai kado untuk para undangan yang datang ke pernikahan mereka. Kolaborasi vokal ngerock Anang dan vokal pop Krisdayanti ternyata menjadikan lagu-lagu di album pertama ini menjadi unik. Album inipun akhirnya meledak di pasaran, sehingga merekapun terus memproduksi album duet yang mengiringi album-album solo mereka. Total mereka sudah menghasilkan 7 album duet dan berbagai penghargaan dari album-album tersebut. Banyak lagu hits yang berasal dari album-album tersebut, antara lain Berartinya Dirimu, Cinta, Demi Cinta, Timang-timang, Makin Aku Cinta, Rapuh dan lain sebagainya. Namun setelah gonjang-ganjing kehidupan rumah tangga mereka, pada pertengahan Agustus 2009 pernikahan ini pun kandas.

Sabtu, 17 Desember 2011

Brat Pack


The Brat Pack adalah julukan yang diberikan kepada sekelompok aktor muda yang sering muncul bersama-sama dalam sebuah film yang berorientasi remaja pada era 1980-an. Julukan ini pertama kali disebutkan dalam sebuah artikel majalah New York pada tahun 1985. Ada 3 film yang paling terkenal dengan istilah Brat Pack ini yaitu The Outsiders, The Breakfast Club dan St. Elmo’s Fire. Selain itu masih banyak lagi film-film yang menampilkan para anggota Brat Pack yang dimainkan oleh dua atau tiga anggotanya.

Jumat, 16 Desember 2011

FFI 2011 : Milik 'Sang Penari'


Festival Film Indonesia (FFI) 2011 kali ini yang digadangkan akan mengusung semangat perubahan ternyata hanya terlihat sedikit saja perubahan yang terjadi. Seperti diadakannya kembali penganugerahan Piala Vidia untuk film televisi (FTV), dimana terakhir kali diadakan pada FFI tahun 2006. Dan hasilnya film televisi terbaik diberikan kepada ‘Bakpao Ping Ping’ yang disutradarai oleh Viva Westi.

Film bioskop yang terdaftar sebagai peserta berjumlah 41 judul film. Acara malam penganugerahannya sendiri masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, monoton dan sedikit membosankan. Ditambah para pembaca nominasinya yang terlalu banyak omong dengan guyonan yang garing. Kapan ya acara FFI ini bisa seperti atau setidaknya menyamai kemegahan penganugerahan piala Oscar ?

Rabu, 19 Oktober 2011

Bapak


Bapak,
Maaf aku tidak bisa melihat wajahmu untuk yang terakhir kalinya. Wajah yang selalu penuh senyum dengan guratan-guratan ketabahan dan kesabaran yang terpatri. Dihiasi kumis yang selalu melintang serta garis sisa-sisa ketampanan. Wajah yang tidak pernah marah, namun menghasilkan mata yang selalu menatap tajam penuh dengan kekecewaan jika melihat aku yang selalu tidak menurut perintahmu atau lalai menjalankan tugas.
Wajah yang dulu senantiasa melihat aku tumbuh hingga dewasa. Wajah yang belum pernah aku lihat ada air mata yang membasahinya, meskipun beberapa tahun lalu ditinggal Ibu berpulang. Hanya gerimis kecil terlihat dimatamu, begitu tegar ketika dilanda kehilangan besar atau mungkin juga begitu ikhlas ketika semua memang harus terjadi, sang pasangan jiwa pergi untuk selama-lamanya.

Bapak,
Maaf aku tidak bisa memelukmu untuk yang terakhir kalinya. Padahal dulu tanganmu selalu memeluk, mendekap dan menuntun hingga aku mampu berjalan. Tangan kekar yang dulu sering menyuapi makanan pada anakmu ini yang masih balita, sambil membawanya jalan-jalan di pinggir rel kereta api di sekitar lingkungan rumahmu yang berdinding bambu. Tangan yang kadang mengajak menari sambil berdendang bersama. Tangan yang sudah begitu sering merasakan kerasnya hidup dan selalu menadah kala berdoa di sela-sela ibadah.

Kamis, 13 Oktober 2011

10 Sinetron TVRI Yang Paling Mengesankan

Sinetron (sinema elektronik) adalah istilah yang mulai diperkenalkan pada era TVRI sekitar akhir tahun 80-an sebagai pengganti istilah untuk serial televisi atau film yang dibuat untuk tayangan televisi, karena bahan baku yang digunakan adalah non pita film. Kala itu TVRI sukses dengan program unggulannya berupa “Sepekan Sinetron“ yang ditayangkan pada momen-momen tertentu semisal ulang tahun TVRI atau perayaan Tahun Baru. TVRI juga banyak menghasilkan sinetron-sinetron seri yang bermutu dan banyak digemari masyarakat, yang kala itu masih disebut “ Serial “.

Sekedar bernostalgia, berikut ini ada 10 sinetron dan serial TVRI yang paling mengesankan :

10. Keluarga Marlia Hardi

Serial ini menggambarkan sebuah keluarga yang harmonis, terdiri dari ayah (Awaludin) dan ibu (Marlia Hardi) dengan anak-anak Didu, Kiki dan Ruri dibantu seorang pembantu bi Supi. Setiap konflik yang muncul selalu dibicarakan dan dipecahkan bersama. Ruang tamu dan meja makan sering dijadikan tempat untuk dialog keluarga. Peran Bu Mar sangat mengesankan sebagai ibu yang penyabar, lembut, bijaksana, telaten memberi nasihat, dan selalu menganjurkan untuk tidak berputus asa.

Sabtu, 08 Oktober 2011

Narsis ala Tom Cruise

Narsisisme berarti  perasaaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Sifat narsisisme ada dalam setiap manusia sejak lahir. Bahkan sifat ini juga menghinggapi sang mega bintang Tom Cruise. Aktor yang ngetop lewat film Top Gun (1986) dan mengawali karirnya dalam film Endless Love (1981). Jika diperhatikan dari poster-poster film dimana ia menjadi pemeran utamanya, kebanyakan memasang wajahnya dengan close up atau setidaknya setengah badan sendirian. Dan namanyapun ditulis besar-besar. Kelihatannya ia ingin lebih menonjolkan diri dari pemain yang lain. Mungkin ia sadar punya nilai jual yang tinggi dan tampaknya para produser cenderung mengikuti keinginannya. Bahkan film Mission Impossible yang di serial TV nya terdiri dari beberapa tokoh utama, ditangannya menjadi seperti one man show sehingga di poster filnya pun hanya menampilkan wajah Tom Cruise. Tapi hal tersebut tidak terjadi jika ia berpasangan dengan Nicole Kidman (yang pernah menjadi istrinya) dalam film Far and Away (1992) dan Eyes Wide Shut (1999) atau jika ia bermain bersama para seniornya seperti bersama Paul Newman dalam The Color of Money (1986), Dustin Hoffman dalam Rain Man (1988), Jack Nicholson dalam A Few Good Men (1992), Robert Redford dalam Lions For Lambs (2007). Dia rela berbagi tempat bersama mereka dalam poster film.

Berikut ini beberapa poster film yang dibintangi Tom Cruise dan memajang wajahnya.

 
Referensi : Cinemags No. 66

Kamis, 29 September 2011

Aktor Ketinggalan Citra

Piala Citra adalah sebuah bentuk simbol penghargaan bagi para insan perfilman di tanah air yang diberikan setiap tahunnya pada saat acara penganugerahan Festival Film Indonesia (FFI), atas pencapaian prestasi dan kerja keras para pekerja film. FFI mulai diselenggarakan pada tahun 1955 dan Piala Citra mulai diberikan pada tahun 1966. Piala Citra biasanya dibagikan untuk tiap unsur pengkategorian pada sebuah film seperti, penata suara, penata musik, penata artistik, sinematografi, penyuntingan, penulis skenario, pemeranan, sutradara dan film terbaik.
Setiap aktor dan aktris pasti mendambakan piala tersebut karena merupakan simbol atas keberhasilan mereka dalam memerankan suatu karakter atau tokoh dalam sebuah film yang mereka bintangi, serta telah diakui oleh para dewan juri FFI tentunya. Mendapatkan Piala Citra juga dapat menambah gengsi seorang aktor maupun aktris dalam dunia akting.  
Sudah banyak aktor dan aktris yang mendapatkan Piala Citra tersebut, bahkan ada yang mendapatkannya lebih dari satu kali. Namun tidak sedikit juga yang kecewa karena belum pernah memperolehnya tetapi hanya sampai masuk pada daftar nominasi penerimanya saja. Sehingga mereka sering disebut sebagai langganan nominasi.
Nama-nama aktor dan aktris berikut ini adalah mereka yang hanya masuk dalam daftar nominasi kategori pemeranan namun belum beruntung untuk mendapatkan Piala Citra satu kali pun hingga penyelengggaraan FFI tahun 2010 ini.

Rabu, 21 September 2011

Warkop's Girls

Warkop’s Girls adalah sebutan untuk para wanita cantik pendamping Warkop DKI dalam setiap film mereka. Sama halnya dengan James Bond yang punya Bond’s Girls. Walau tanpa kehadiran para Warkop Girls tersebut sebagai pemanis, sebenarnya film Warkop tetap saja bisa laris karena mereka lebih menonjolkan komedi yang cerdas dan mengolah isu sosial, walau terkadang diselingi humor slapstick agar mudah dicerna semua golongan masyarakat.

Dari sekian banyak nama aktris yang pernah menjadi Warkop’s Girls, berikut ini adalah daftar 10 aktris yang paling sering tampil di film Warkop :

10. Chintami Atmanegara

Penyanyi, pemain film dan bintang sinetron ini sudah main di 3 film Warkop yaitu Chips (1982), Gantian Dong (1985) dan Sama Juga Bohong (1986). Meskipun di dua film awal Chintami hanya sebagai bintang tamu.

Sabtu, 17 September 2011

10 Pelawak Paling Dikenang


Melawak merupakan salah satu usaha untuk membuat orang lain terhibur hingga tertawa atau setidaknya gembira dan tidak semua orang bisa berhasil melakukannya. Kadang hanya dengan melihat mimik wajah atau gerakan anggota tubuh mereka kita bisa dibuat tertawa . Pelawak atau komedian sudah jadi sebuah profesi yang menjanjikan hingga membuat mereka jadi selebritis. Diantara begitu banyaknya pelawak yang telah menghibur kita, ada beberapa nama yang begitu menonjol hingga layak menjadi ikon lawak di Indonesia. Tanpa mengabaikan nama-nama pelawak lainnya, berikut adalah para pelawak yang paling sering dikenang karyanya berkat pencapaian, dedikasi dan kepopulerannya :

1.        Bing Slamet
Bing Slamet adalah salah satu maestro lawak di Indonesia pada masanya bersama Kwartet Jaya, grup yang terdiri dari Bing Slamet, Ateng, Iskak dan Eddy Sud. Selain itu dia juga banyak bermain dalam film-film komedi pada era tahun 1960-an dan 1970-an. Bing Slamet hebatnya mampu membagi konsentrasi antara bermain musik, menyanyi, bikin lagu, melawak, dan main film layar lebar. Setidaknya ada 20 film layar lebar yang dibintanginya, mulai dari era film hitam putih hingga berwarna. Untuk mengenangnya Titiek Puspa menciptakan lagu yang berjudul Bing.

Rabu, 14 September 2011

Mencari Kata

adakah dibalik tirai
mungkin sembunyi di bawah meja
atau menghilang bersama angin
suaranya tak terdengar
langkahnya tak terendus
tapi sebentar,
detaknya mulai terasa
perlahan menyentuh
ternyata kata tak perlu dicari
ia akan datang sendiri menemui

Minggu, 04 September 2011

Mulai

Selalu ada yang pertama dan itu diawali dengan kata mulai. Menulis di blog pribadi adalah hal yang pertama bagiku dan ini baru aku mulai sekarang. Sebenarnya niatan untuk membuat blog sudah cukup lama namun tertunda terus karena belum berani untuk memulainya, masih bingung memikirkan nanti mau nulis tentang apa. untuk menjalankan kata mulai sangat sulit rasanya dan selalu dihinggapi rasa malas. Tapi seperti niatan semula, bagaimanapun aku harus membuat blog untuk memuat tulisanku dan akhirnya hari ini aku bisa memulainya. Apapun nantinya yang bakal aku tulis, biarlah mengalir seperti air dan semoga bisa bermanfaat sekecil apapun itu.
Akhirnya, salam kenal dan selamat datang di blog Banyu Bening, dimana air mengalir sampai jauh.