Halaman

Rabu, 10 Juni 2015

Community Fun Day 2015 : Disini Senang Disana Senang



Untuk mengisi liburan tanggal 02 Juni 2015 kemarin, saya beserta teman-teman dari komunitas SIGi (Sahabat Indonesia Berbagi) regional Medan mengikuti acara Community Fun Day 2015. Acara ini diprakarsai oleh komunitas Medanvideo.com dimana idenya berupa mengumpulkan beberapa komunitas yang ada di kota Medan semacam gathering untuk lebih mendekatkan dan mengenal satu sama lain sehingga nantinya bisa bersinergi untuk saling mendukung, membangun dan memajukan kota Medan kita ini.

Acara ini diselenggarakan di pemandian alam Sayum Sabah daerah Sibolangit dan diikuti oleh kurang lebih 150 orang dari sekitar 20-an komunitas yang ada di kota Medan. Diantaranya Medanvideo.com, Cerita Medan, MAC (Medan Adventure Community), Hijabers Medan, Digidoy, DI-LO (Digital Lounge), MGI (Medan Generasi Impian), Medan Heritage, IMPALA (Ikatan Muda Penjelajah Alam), Blogger Medan, Kofi Sumut, Android Medan, Youtubers Medan, The DJ Production, Tau Ko Tembung, Medan Wisata, Fotografi Medan, Triple P, Apheresis Medan, Sruang, SAB (Solidaritas Anak Bangsa), SIGi, Kabarmedan.com, Pariwisata Sumut, Sumut Pos. Untuk memeriahkan acara turut dibantu oleh band akustik G-plug. Konsumsi dan coffee break didukung oleh Rumah Kopi Gayo dan Maidanii Pancake Durian.

Setiap komunitas dibatasi antara 3 – 15 peserta untuk mewakili komunitas masing-masing. Dari SIGi sendiri diwakili oleh 15 orang. Meski diawal pendaftaran anggota SIGi yang mendaftar tidak lebih dari 10 orang namun di hari-hari terakhir mendekati hari pelaksanaan acara pendaftarnya bertambah sehingga memenuhi jumlah kuota maksimal. Dan setiap peserta diwajibkan membawa sebutir telur mentah yang harus dijaga jangan sampai pecah hingga akhir acara. Katanya semacam perumpamaan nyawa bagi masing-masing peserta. Oke, kita lupakan sejenak kisah tetang sebutir telur ini.

Rabu, 27 Mei 2015

Para Aktris yang Mengawali Debut Filmnya dengan Rano Karno



Dalam seni peran, nama Rano Karno sudah begitu melekat di dunia perfilman tanah air. Peran dan pengaruhnya sangat besar dan berarti. Beliau memulai karir aktingnya sejak usia anak-anak atas ajakan ayahnya, Soekarno M. Noor, hingga menjadi bintang idola remaja di akhir tahun 70-an hingga 80-an. Dalam perjalanan filmografinya, Rano Karno sering dipasangkan dengan bintang-bintang muda wanita sebagai pendatang baru di dunia perfilman. Tak jarang nama mereka kemudian semakin bersinar setelah itu.

Berikut ini saya sajikan beberapa nama aktris yang mengawali debut mereka sebagai pemeran utama di sebuah film mendampingi Rano Karno :

1.    Yessy Gusman
Bersama Rano Karno, mereka disebut sebagai salah satu pasangan legendaris nan romantis karena selalu menghadirkan chemistry yang kuat dalam film-film yang mereka bintangi. Film bersama mereka diawali sejak Romi dan Yuli (1974) dimana saat itu mereka masih anak-anak. Setelah remaja dilanjutkan dengan film Buah Terlarang (1979). Kemudian melejitlah nama mereka sebagai bintang idola remaja saat itu bersamaan dengan melambungnya film hit mereka Gita Cinta Dari SMA (1979).

Rabu, 15 April 2015

Kelas Inspirasi Medan 2 : Mengenang Kembali ke Masa Itu



Kelas Inspirasi. Saya sudah pernah mendengar sejak kali pertama diadakan di Medan. Ada seorang teman yang mengajak ikut serta menjadi relawan dokumentator sebagai videografer. Awalnya saya tertarik ikut namun kemudian saya ragu tapi mungkin lebih tepatnya minder. Belum yakin dengan kemampuan diri sendiri. Saya percaya ini acara hebat dan besar, tentunya banyak para profesioal dibidangnya masing-masing yang akan turut serta. Saya takut hasil dokumentasi saya nanti malah mengecewakan mereka. Jadi saya membatalkan tawaran teman saya kala itu.

Setelah Kelas Inspirasi Medan pertama selesai dan saya melihat hasilnya yang begitu luar biasa, saya kecewa mengapa sampai melewatkan kesempatan mulia itu. Untungnya ada teman yang bilang bahwa akan ada Kelas Inspirasi kedua di Medan dan saya harus ikut katanya. Ya! Saya memang harus ikut apapun yang terjadi. Saya harus ambil bagian dalam gerakan mulia ini. Saya terus memantapkan diri.

Saya mendaftar menjadi dokumentator sebagai videografer tanpa berpikir panjang meski saya tidak punya alat perekam. Akhirnya saya meminjam kamera saku teman yang bisa untuk merekam video dan hasil gambarnya sudah cukup lumayan. Alat sudah ada dan saya siap bertempur. Setelah melihat kelulusan, saya tahu para dokumentator yang berpartisipasi adalah mereka yang sudah ahli dibidang dokumentasi dan menggunakan alat perekam yang sudah profesional. Saya tetap semangat, disini kita tidak bersaing namun saling membantu dan mendukung kegiatan Kelas Inspirasi ini demi kemajuan dunia pendidikan di tanah air. Minder saya berkurang. Kata seorang teman bahwa bukan senjatanya yang penting namun siapa orang yang menggunakan senjata itu. Berbuat baik cuma butuh niat dan langsung gerak.

Senin, 16 Februari 2015

25 Aktris Terbaik Indonesia



Setelah menyajikan daftar para aktor terbaik negeri ini, kali ini giliran daftar para aktris film terbaiknya, tentu saja masih versi saya, yaitu:

1.    Christine Hakim
Sepanjang kariernya sebagai artis film, Christine dikenal sebagai aktris yang memiliki akting sangat bagus. Sehingga telah banyak mendapatkan pujian dan meraih penghargaan.  Aktris tangguh ini tampil mencuri perhatian dalam film pertamanya Cinta Pertama (1973), yang memberinya Piala Citra pemeran utama wanita terbaik dengan pujian. Hingga kini sudah mengumpulkan lima Piala Citra dari film Sesuatu Yang Indah (FFI 1977), Pengemis dan Tukang Becak (FFI 1979), Di Balik Kelambu (FFI 1983), Kerikil-kerikil Tajam (FFI 1985), dan Tjoet Nja’ Dhien (FFI 1988).


2.    Meriam Bellina
Namanya sangat populer di sepanjang era 80-an hingga sekarang. Meriam Bellina disebut sebagai Magma Perfilman Indonesia, karena bakatnya yang teruji di film-film berkelas. Mer secara mengejutkan merebut Piala Citra FFI 1984 untuk pemeran utama wanita terbaik dalam film Cinta Di Balik Noda (1984) mengalahkan pesaingnya yang cukup berat kala itu. Dia kembali meraih Piala Citra untuk film Taksi (FFI 1990) dan Get Married (FFI 2007).


Jumat, 13 Februari 2015

25 Aktor Terbaik Indonesia



Salah satu hal yang sangat penting dalam sebuah film adalah peran para aktor dalam menghidupkan karakter tokoh yang dimainkannya. Aktor bagaikan jiwa dalam sebuah film. Tingkat keberhasilan seorang aktor dalam memerankan sebuah karakter, tidak ada parameter khusus untuk mengukurnya. Semua tergantung selera penikmat film masing-masing.
Tanpa bermaksud menyampingkan peran para aktor lainnya yang telah turut berkontribusi dalam perfilman nasional, berikut ini saya menyajikan para aktor terbaik yang dimiliki tanah air hingga saat ini, berdasarkan kualitas, prestasi, loyalitas, dedikasi, dan pengaruhnya di dunia perfilman nasional. 

1. Deddy Mizwar
Aktor andal yang masih memegang rekor peraih Piala Citra FFI terbanyak untuk ketegori pemeran terbaik, dengan jumlah lima piala yang didapat dari Arie Hanggara (FFI 1986), Opera Jakarta (FFI 1986), Nagabonar (FFI 1987), Kuberikan Segalanya (FFI 1992) dan Nagabonar Jadi 2 (FFI 2007). Deddy pernah meraih dua Piala Citra sekaligus untuk dua kategori berbeda di tahun yang sama. di era tahun 80-an, nama Deddy Mizwar seakan tak pernah henti menjadi langganan nominasi FFI hingga mencapai 12 kali nominasi dalam kategori pemeran utama dan pemeran pendukung. Ia sering bermain di film-film yang berkualitas, ditangani sutradara andal, dan film-filmnya juga sukses dan diingat publik.


Jumat, 06 Februari 2015

Bintang Idola Dari Masa Ke Masa



Sejak awal kemunculannya hingga kini, perfilman nasional telah memberi kita banyak idola. Mereka semua tampil dengan keunikan tersendiri, namun sebenarnya ada dua hal sama yang paling menonjol yang mereka miliki, yaitu kharisma dan kualitas. Perpaduan dua hal tersebut yang membuat khalayak mencintai dan memperhatikan mereka sehingga kemudian menjadikannya sebagai bintang idola.
Berikut ini saya menghadirkan para bintang idola perfilman tanah air dari masa ke masa yang saya mulai dari generasi 70-an hingga sekarang, sekaligus bernostalgia sejenak:

-     Masa tahun 70-an

Roy Marten
Film layar lebar berjudul Bobby (1974) menjadi debut Roy di dunia akting. Namun kebintangannya mulai memuncak ketika berperan sebagai Anton, mahasiswa bengal dan nakal yang memacari dosen killer dalam film Kampus Biru (1976) berdasarkan novel laris karangan Ashadi Siregar, Cintaku di Kampus Biru. Film ini meninggalkan kesan yang mendalam buat Roy. Setelah itu, wajah tampannya tampil di beberapa judul film layar lebar lainnya. Kiprah Roy yang semakin mendapat pengakuan membuat tawaran demi tawaran terus menghampirinya. Sesuatu yang Indah (1976), Badai Pasti Berlalu (1976), Kugapai Cintamu (1977), adalah beberapa diantara 80-an judul film yang telah dibintanginya. Kemampuan aktingnya yang mumpuni membuat Roy kebanjiran banyak pujian. Di tahun 1977, Roy mendapat sejumlah penghargaan yakni Piala Djamaludin Malik FFI 1977 sebagai Pemain Muda Penuh Harapan, serta penghargaan dari KBRI Belanda atas film Roda-roda Gila (1977).


Kamis, 16 Oktober 2014

25 Film India Paling Berkesan



Entah kenapa film India selalu membuat saya merasa terikat dan tertarik untuk melihatnya. Meski banyak yang tidak suka karena durasinya terlalu panjang, cengeng, penuh lagu dan tarian. Ah justru disitulah ciri khasnya. Akhirnya semua tergantung selera masing-masing penikmat film. Berikut ini daftar 25 film bollywood yang paling berkesan dan susah dilupakan buat saya, meski sebenarnya jumlahnya bisa lebih dari ini.

1.    Aashiqui 2 (2013)
Film musikal tentang kisah cinta sepasang kekasih yang selalu melewati cinta dan benci, ketenaran dan kegagalan dalam hidup mereka. Akankah mereka tetap bersama menerima kesuksesan mereka, atau malah berpisah karena ego mereka? Meski terdapat angka 2, film ini bukan sekuel dari film Aashiqui (1990). Namun masih tetap mempertahankan adegan hujan-hujanan. Diiringi soundtrack lagu-lagu nan romantis. Chesmistry yang terbangun antara Aditya Roy Kapoor dan Shraddha Kapoor pun cukup menawan, Love makes life live...

2.    Desh Premee (1982)
Berkisah tentang Master Dinanth seorang veteran perang kemerdekaan India yang kini setelah merdeka melihat cinta rakyat untuk negara mereka tampaknya makin berkurang dan mereka terlalu sibuk memperkaya diri sendiri. Disini Amitabh Bachchan berperan ganda sebagai ayah dan anak. Film ini masih terus saja teringat meskipun dulu nontonya di tahun 80-an, mungkin karena lagu-lagunya yang indah terus terngiang. Apalagi ada Hema Malini dan Parveen Baby dalam film ini.

Rabu, 15 Oktober 2014

25 Film Nasional Paling Berkesan



Apakah yang menarik mengenai film? Sebuah bentuk imajinasi yang tidak pernah habis, kaya nuansa dan terdapat suatu ungkapan cita rasa pengkaryanya. Sangat menarik untuk digali dan penuh kesan. Berikut ini daftar 25 film nasional yang sangat berkesan bagi saya sejauh ini.

1.    5 cm. (2012)
Hasil adaptasi novel Donny Dhirgantoro ini bercerita tentang lima orang sahabat yang jenuh akan persahabatannya selama belasan tahun. Mereka pun memutuskan untuk pisah sementara. Hingga akhirnya mereka bertemu kembali di perjalanan mendaki gunung, dengan harapan menjadi pribadi yang lebih baik. Kagum sama sinematografinya yang keren banget dan penyutradaraan Rizal Mantovani yang dahsyat. Selain ceritanya yang memang sudah membekas terlebih dahulu. Dream... faith... fight...

2.    Mengejar Matahari (2004)
Kisah empat sahabat sedari kecil yang menjadi saksi saat preman setempat masuk penjara. Konflik muncul saat mereka tumbuh dewasa, jatuh cinta pada gadis yang sama dan kembalinya sang preman untuk membalas dendam. Mengejar matahari diibaratkan mengejar sesuatu yang kita anggap penting atau berharga. Cerita sederhana yang menyentuh. Persahabatan adalah setiap detik yang dilalui adalah hidup....adalah berlari....

Selasa, 14 Oktober 2014

25 Film Asing Paling Berkesan



Beberapa film dapat meninggalkan kesan yang dalam dan mempengaruhi hidup sesorang, bahkan terkadang sampai memberi sumbangsih pengalaman tak terlupakan. Berikut ini saya sajikan 25 film berbahasa asing (kecuali film India karena akan saya kelompokkan tersendiri) yang paling berpengaruh dan berkesan dalam hidup saya.

1.    The Lord of The Rings Trilogy (2001-2003)
Film hasil adaptasi novel karya J.R.R. Tolkien ini memang istimewa, penyajian zaman middle earth dengan segala makhluk ajaib di dalamnya, special effect canggih, visual effect modern, set yang indah, make up mendetail, cerita kolosal, sehingga dapat memberikan pengalaman sinematis yang luar biasa. Film yang disutradarai oleh Peter Jackson ini menjadi salah satu kisah fantasi terbaik sepanjang masa, menceritaka sebuah cincin ampuh dengan kekuatan dahsyat yang diperebutkan dan penentu nasibnya adalah Frodo (Elijah Wood) yang akan menghancurkan cincin itu di Mordor.

2.    Turtles Can Fly (2004)
Film yang diproduksi atas kerjasama Iran dan Irak ini mengisahkan tentang kehidupan anak-anak korban perang di Irak, dengan keluguan mereka menjalani hari-hari di tengah perang yang sedang terjadi dan menunggu nasib mereka selanjutnya. Ending film yang tak terduga bisa membuat hati kita tersentuh.

Selasa, 30 September 2014

20 Serial Televisi Paling Berpengaruh



Banyak serial televisi luar yang ditayangkan di televisi nasional menjadi sangat berpengaruh dalam hidup seseorang dan tak terlupakan. Entah karena jalan ceritanya yang menyentuh atau kehadiran para bintangnya yang memesona. Selanjutnya dalam proses akan membentuk selera masing-masing penonton. Berikut ini saya sajikan 20 serial televisi “The Most Influential and Unforgettable” dalam hidup saya.

1.      Twin Peaks (1990 – 1991)
Berkisah tentang penyelidikan agen khusus FBI Dale Cooper terhadap kematian seorang gadis bernama Laura Palmer yang penuh misteri dan bisa mengancam jiwa sang agen. Hal ini juga mampu mempengaruhi hidupnya selama keberadaannya di sebuah kota kecil bernama Twin Peaks. Menegangkan dan penuh intrik, gak bisa melewatkan satu episode pun. Serial ini hanya ada 2 season. 

Selasa, 18 Maret 2014

Gadis dan Jaka



“Maukah kau menikah denganku?”
“Dengan satu syarat.”
“Apapun syaratmu akan kupenuhi”
“Baiklah kalau begitu. Aku punya permintaan sebelum kau menikahiku.”
“Katakan saja.”
“Buatkan aku seribu candi dalam satu hari satu malam.”
Tunggu sebentar, ini bukan kisah legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Ini cerita cinta biasa, tentang seorang Gadis yang sudah kehabisan cara untuk menolak sang Jaka yang ingin segera menikahinya.
“Kalau mau nolak pake alasan yang masuk akal dong!”
“Aku bingung mau menolak dengan cara apa lagi.”
“Kenapa aku harus ditolak?”
“Kita tidak bisa menikah, aku tidak ingin kau kecewa.”
“Mencintaimu itu seperti kutukan, aku rela terbakar karena telah menyentuhnya. Aku sanggup melawan dunia karenamu.”
“Mengapa kau mengaduk perasaanku? Memberi cinta yang berlimpah hingga aku tersesat di dalamnya.”
“Karena kau pantas menerimanya.”
“Kau terlalu sempurna buatku.”
“Apakah kau masih meragukan cintaku?”
“Aku tidak meragukannya. Aku bisa melihat dengan jelas isi hatimu meski tanpa memandang ragamu”

Rabu, 09 Oktober 2013

[BeraniCerita #30] Tak Menyatu



Sudah lima belas menit aku menunggu. Dia belum datang juga. Sebentar lagi kereta akan berangkat. Kereta yang setiap pagi selalu kami tumpangi untuk membawa kami ke tempat kerja di pusat kota. Penuh kaum urban pekerja keras pengais rejeki dari pinggir kota yang rela berdesakan demi mendapatkan bangku kosong dan ingin segera tiba ke tujuan.

Aku masih menunggunya di bangku kayu panjang yang ada di peron stasiun ini. Sebuah bangku yang menjadi saksi pertemuanku dengannya. Biasanya kami akan duduk disitu sambil menunggu salah satu dari kami yang datang belakangan. Kemudian kami  akan naik kereta yang sama dan duduk bersebelahan atau kadang juga berdiri berdekatan. Ketika sampai di stasiun tujuan, kami akan berpisah menuju tempat kerja masing-masing.

Sudah tiga bulan ini hubungan kami makin akrab. Tanpa sadar kami sudah saling menyebut kata sayang, aku juga tidak tahu mengapa bisa begitu nyaman bila berada di dekatnya. Aku selalu merasa bahagia bila bersamanya. Bahkan kadang setelah pulang kantor kami janjian di sebuah coffee shop untuk sekedar saling curhat masalah kerjaan atau keluarga. Pulang kerjapun kami akan selalu naik kereta yang sama.

Sabtu, 21 September 2013

Polisi Bollywood & Kumis

Pada era tahun 70 hingga 80-an perfilman bollywood banyak menampilkan peran-peran seorang polisi, entah itu sebagai tokoh antagonis maupun protagonis. Yang menarik, kebanyakan dari para polisi tersebut, penokohan fisiknya menambahkan tampilan kumis pada wajah, baik yang asli maupun buatan. Sekitar dua tahun belakangan ini peran seorang tokoh polisi atau tentara sebagai hero di dalam sebuah film bollywood kembali marak. Dan kebanyakan dari mereka semua tampilannya berkumis. Pemerannya pun diberikan kepada para aktor nomor wahid pencetak box office dan 3 Kings Khan (Shah Rukh, Aamir & Salman) pun ikut meramaikannya.
Hal ini bermula dari Salman Khan yang mencetak hit dengan filmnya Dabangg (2010) sebagai tokoh hero seorang polisi berkumis dan berkacamata. Karismanya memikat banyak penonton untuk membeli tiket, entah karena cerita filmnya atau karena tampilan baru Salman Khan yang berkumis. Karena laris dua tahun kemudian dibuatkan sekuelnya Dabangg 2 (2012). Yang jelas kemudian banyak aktor yang turut berperan sebagai tokoh seorang polisi atau pun tentara berkumis di film-film mereka.

Senin, 26 Agustus 2013

[BeraniCerita #24] Bukan Vivienne



Vivienne menatapku dengan mata yang basah. Untuk waktu yang lama kami berpelukan tanpa kata-kata. Isaknya terus mendera, menumpahkan begitu banyak beban yang terpendam. Apakah harus begini akhirnya Vivienne? Karir yang selalu kau damba-dambakan berujung pada air mata.
Vivienne seorang artis ternama yang sudah menetap di ibu kota sejak tiga tahun lalu. Meninggalkan desanya yang jauh di Sleman dan orang-orang yang sangat dicintainya. Mengejar impian jadi bintang film. Dipuja banyak orang. Hidup mewah penuh gemerlap. Kilatan blitz selalu menerpanya dimanapun berada. Santapan lezat media massa.
“Aku capek, aku mau berhenti,” ujarnya sambil melepaskan pelukan.
“Tapi jadi artis adalah impian yang selalu kau inginkan dari dulu, kau sudah berhasil,” aku berusaha menenangkannya.
“Aku nggak sanggup lagi, semua ini palsu. Aku harus bertopeng setiap hari.”
“Sudahlah, sabar semua ada konsekuensinya.”
Aku mengajak Vivienne duduk di sebuah kursi kayu yang ada di ruang tamu rumah kecilku ini. Aku memasukkan dua buah koper yang dia bawa tadi ke dalam rumah. Matanya masih basah.
“Duniaku sangat berat, kalau tidak bisa beradaptasi bisa cepat tergilas. Dituntut selalu tampil cantik. Setiap saat harus senyum ke semua orang yang memandang. Mencoba bersikap manis pada sesama artis padahal kami semua penuh intrik. Menciptakan citra baik di mata masyarakat. Sering tampil di media biar tetap eksis. Menciptakan gosip biar tetap dibicarakan orang. Bahkan kalau memungkinkan buatlah skandal biar tetap jadi buah bibir.”

Sabtu, 27 Juli 2013

[BeraniCerita #22] Tangga Itu


Tangga itu yang membuatku trauma. Tangga di rumah mertuaku ini. Aku pernah jatuh terpeleset disana. Tangga yang berada di ruang tengah rumah dua lantai ini yang mengubungkan lantai satu dengan sebuah kamar beserta kamar mandinya di lantai dua. Kamar kita sejak menjadi pasangan pengantin baru.
Aku tinggal ikut mertua karena kamu belum punya rumah sendiri. Itu tidak menjadi masalah buatku pada awalnya. Aku bisa beradaptasi dengan lingkungan dan suasana baru. Berbaur dengan mertua dan kedua adik perempuanmu. Aku harus bisa menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan keluarga ini. Aku harus berpura-pura manis didepan mertuaku walaupun sebenarnya aku sedang jengkel sama kamu. Lama-lama ini tidak membuatku nyaman.
          Tangga itu yang seharusnya jadi pemisah antara keluarga kecil kita dan keluarga besarmu. Aku ingin membangun keluarga sendiri. Tanpa ada campur tangan orang lain. Aku sudah bosan dengan sindiran ibu mertuaku ketika sedang berbicara dengan adikmu di lantai bawah. Kadang suaranya sedikit dikeraskan bila membahas tentang aku. Aku yang sering telat bangun pagi. Aku yang tidak bekerja. Aku yang tidak beres mengurus suami. Aku yang ini dan itu.
Hal ini berlangsung terus hingga lima tahun. Ditambah lagi keberadaanku yang belum hamil juga. Kamu kan tahu kita sudah pernah memeriksakan hal ini ke dokter kandungan dan kita berdua dinyatakan sehat. Bukan salahku jika sampai saat ini kita belum punya anak. Tuhan belum mempercayakannya pada kita. Tapi ibu mertuaku terus saja mempermasalahkan hal itu. Aku capek.

Jumat, 07 Juni 2013

Masih Ada Kereta Api ke Medan



Baru saja aku meletakkan tas ransel di rak barang atas dan hendak duduk, ketika seorang gadis menegurku dengan suara tegas. “Kursi ini masih kosong  Bang?” tanyanya. Aku mengangguk pelan tanda mengiyakan.
“Boleh aku yang duduk disebelah jendela, Bang?” sapanya kemudian.
“Silahkan,” dengan ragu ku jawab sambil tersenyum kecil. Sebenarnya aku tidak rela memberikan kursi di dekat jendela itu kepadanya karena aku selalu senang duduk di posisi itu kalau sedang naik kereta api. Sebagai seorang pria sudah seharusnya aku mengalah, mungkin dia yang lebih membutuhkan kenyamanan berada di posisi tempat duduk itu.
Para penumpang yang lain masih berlalu-lalang memilih tempat duduk karena di kereta api Sribilah Utama kelas ekonomi ini, pada tiketnya tidak tertera nomor kursi yang seharusnya kita duduki tetapi para penumpang dibebaskan memilih sendiri kursi yang hendak mereka tempati. Cara yang tidak efektif, semrawut dan membuat para penumpang berjubel saling merebut kursi.
Pukul 08.40 WIB peluit tanda keberangkatan dibunyikan dan tidak lama kemudian kereta api pun melaju perlahan menuju Medan dari stasiun kecil ini di Rantau Prapat. Membawaku pulang ke rumah. Tempat yang sudah kudiami sejak aku lahir dua puluh tahun yang lalu. Benarkah disana tempat aku pulang? Ataukah ada tempat lain yang sesungguhnya untuk aku pulang? Saat ini aku belum bisa menjawabnya.

Jumat, 31 Mei 2013

Becak Motor



             “Gimana ceritanya?”
            “Liburan semester kemarin teman satu kos ku, Togu mengajak pergi ke kampungnya di Kabanjahe, sekalian menjenguk orang tuanya disana,” Eben mengawali ceritanya. “Karena belum pernah menginap disana, saya memutuskan untuk menerima ajakannya.”
“Wah pasti seru ni pengalamannya, terus?”
“Orang tua Togu mempunyai tanah yang sangat luas. Mereka menanaminya dengan sayur-sayuran dan buah-buahan. Suasananya sangat nyaman dan lingkungannya begitu sejuk. Di sekeliling yang tampak cuma hamparan hijau tanam-tanaman dan langit biru yang begitu bersih beserta awan-awannya yang seakan bisa dipegang. Dari rumahnya juga tampak pemandangan gunung Sinabung yang tinggi menjulang. Udaranya sejuk sekali sekaligus beraroma magis.”
“Ben, ini horornya dimana?”
“Tenang dulu Bang, baru mau masuk ini,” Eben melanjutkan ceritanya. “Jadi gini, pada malam kedua kami menginap di kampung itu, aku iseng mengajak Togu jalan-jalan keluar rumah pada malam hari. Menyusuri perkebunan disekitar kampung. Saat itu sudah hampir tengah malam. Tiba-tiba mataku tertuju pada sebuah bangunan kecil seperti rumah yang berada disekitar perkebunan jeruk yang letaknya kurang lebih 500 meter dari rumah Togu. Karena penasaran, aku sedikit mendekatinya dan ternyata itu adalah sebuah kuburan,” Eben menghela nafas sejenak.

Selasa, 02 April 2013

Perempuan



perempuan datang tanpa diundang
menyelinap atas nama kasih sayang
berkumandang
kau ajarkan terbang
menggapai siang

perempuan pergi tanpa pesan
atas nama takdir meninggalkan
berkesan
tak cukup kata ‘tuk merangkaikan
segala keindahan

perempuan itu datang lalu pergi
membungkus rahasia hati
bersemedi
belum siap ‘tuk merindui
sepi menanti

Sabtu, 02 Maret 2013

Sosok Idola Remaja



Beberapa tahun belakangan ini, kita sepertinya kehilangan seorang sosok idola remaja di film Indonesia. Tidak ditemukan lagi seorang tokoh sosok remaja yang bisa dijadikan panutan atau setidaknya gaya dan penampilannya mempengaruhi para penonton film remaja. Banyak pembuat film yang menyajikan tokoh utama seorang remaja namun sosoknya masih belum ada yang mampu menjadikannya seorang idola dan perannya begitu fenomenal sehingga bakalan diingat terus dan menjadi legenda.
Seperti yang kita tahu, pada era tahun 80-an, para remaja pada masa itu sangat mengidolakan sosok Galih yang diperankan dengan baik oleh Rano Karno di film Gita Cinta Dari SMA dan Puspa Indah Taman Hati. Sosok remaja yang sederhana namun romantis dengan lika-liku asmaranya bersama kekasihnya Ratna yang diperankan oleh Yessy Gusman. Kala itu banyak remaja pria yang ingin terlihat seperti Galih. Karena Galih pula banyak remaja pria saat itu yang mulai senang menumbuhkan kumis tipis mereka.

Kamis, 28 Februari 2013

Antara Semua Usia, Remaja dan Dewasa



Saya sangat iri dengan anak-anak ABG sekarang. Kalau mau nonton di bioskop mereka tinggal beli tiket dan langsung masuk. Meskipun di poster film terdapat tulisan “Untuk Dewasa”. Pengklasifikasian usia untuk menonton film sudah tidak begitu berpengaruh. Pihak bioskop juga sudah tidak peduli. Yang penting mereka bisa beli tiket untuk film yang mereka ingin tonton. Jadi apa gunanya Lembaga Sensor Film mengeluarkan klasifikasi film untuk kategori semua usia, untuk remaja dan untuk dewasa ?
Saya jadi ingat pengalaman saya menonton film di bioskop waktu masih kecil. Kedua orang tua saya senang nonton film ke bioskop terutama film Indonesia. Waktu itu sekitar awal tahun 80-an dan usia saya masih sekitar delapan tahun. Kami tinggal di Jogja. Seingat saya, kedua orang tua saya membawa saya pergi ke bioskop di daerah sekitar alun-alun keraton Jogja naik sepeda.
Film yang diputar adalah Perkawinan Nyi Blorong (1983) yang dibintangi oleh Suzanna dan Clift Sangra. Film ini memang dikategorikan dalam klasifikasi usia untuk tontonan 17 tahun ke atas. Jadi bukan untuk konsumsi anak kecil seperti saya. Setelah membeli tiket masuk ke bioskop, kami pun antri mau masuk ke dalam gedung bioskop.